Cul De Sacs, sebuah solusi dalam lalu lintas modern atau malah sebuah bencana?

Mungkin Kita Tahu, berbagai kota yang berusia tua di dunia menggunakan Pola Grid/ kotak-kotak dalam desain kotanya, karena pola tersebut merupakan pola yang sangat simpel, dan juga memungkinkan banyak bangunan dapat dibangun di sekitarnya, Dan juga memungkinkan pusat kota dapat diakses dari segala arah

Kota Barcelona yang menggunakan Pola Grid dalam perkembangannya

Namun, kekurangan dari pola Grid/Kotak ini ialah banyaknya pusat kemacetan di kota, hal ini diakibatkan oleh banyaknya persimpangan yang dittimbulkan oleh Pola Grid tersebut. Persimpangan yang terlalu banyka juga menimbulkan masalah lain, angka kecelakaan yang tinggi.

Apa itu Cul De Sacs?

Cul De Sacs (Dibaca Kuldesak) ialah kosakata yang diserap dari bahasa Perancis, yang artinya “bawah kantung” kemudian diadaptasi ke bahasa inggris yang berarti tak ada jalan keluar/jalan tembus. Secara SImpel, Cul De Sacs berarti pendekatan pola jalan, dengan memanfaatkan jalan buntu sebagai bagian dari pola jalan, dengan bertujuan meminimalisir angka kemacetan yang tinggi, dan juga meminimalisir angka kecelakaan di jalan. Dengan karakteristik tersebut, Cul de Sacs sempat menjadi Gaya Pola Jalan Paling Populer pada daerah suburban pada masanya

Contoh Cul De Sacs di game kesayangan kita semua,, Jalan Buntu dan sedikit putaran di akhir jalan merupakan ciri khas dari Cul De Sacs

Sejarah Awal Cul De Sacs

Sejarah paling awal tentang Cul De Sacs terdapat pada gambar di Primaida pada situs Al-Lahun, Mesir. Dalam Piramida yang diperkirakan dibangun pada 1885 sebelum masehi tersebut, arkeolog menemukan gambar yang menunjukkan pola kota pekerja kuno Faiyum, dimana banyak terdapat jalan buntu pada kota tersebut.

Kemudian Pola Cul De Sacs dilupakan , dan baru diimplementasikan kembali sekitar abad 18, dimana banyak kota di Perancis yang dibangun pada rentang waktu tersebut memiliki pola Cul De Sacs.

Cul De Sac Boom di Eropa dan Amerika

Pada tahun 1980-an dimana Urbanisasi sedang melunjak di seantero Dunia, terutama di Amerika dan Eropa, Pemerintah Kota pun dipusingkan dengan kemacetan yang berkali kali lipat lebih parah dari sebelumnya, dan juga melonjaknya jumlah kendaraan, dan mengakibatkan pula naiknya jumlah kecelakaan. Lalu Pemerintah Kota mulai melihat banyaknya persimpangan menjadi biang kerok masalah lalu lintas pada masa itu, dan mulai mengimplementasikan Pola Cul De Sacs di daerah sub-urban. Alasan dari Cul De Sacs di Perkotaan ialah, karena pola jalan Grid dapat lebih menampung jumlah bangunandi sisi-sisinya, sedangkan Cul De Sacs tidak.

Cul De Sacs terus menjadi pola terpopuler di Daerah suburban sampai akhir abad ke 20, di awal abad ke 21, orang orang mulai menyadari kekurangan dari Cul De Sacs ini

Kekurangan Dari Cul De Sacs:

  1. Banyaknya Kecelakaan di Daerah Perumahan, akibat Pengemudi merasa “kabur” dalam membedakan jalan utama, jalan perumahan, dan juga jalan yang dikhususkan untuk pejalan kaki
  2. Minimnya Aksesibilitas, hal ini dikarenakan dengan Prinsip Cul De Sacs yang hanya menggunakan satu tempat sebagai jalan keluar dan masuk, membuat aksesibilitas jauh tertinggal dibanding daerah yang menggunakan pola grid
Pola Cul de Sacs yang hanya menggunkana 1 jalan keluar masuk menyulitkan orang-orang mencapai daerah tujuan (truTV)

3. Naiknya jumlah penggunaan kendaraan di daerah Perumahan. Buruknya aksesibilitas memaksa warga bergantung pada kendaraan pribadi dalam berpindah tempat.

4. Maraknya Gated Community. Gated Community/ Komunitas Berpagar ialah lingkungan perumahan yang memagari diri dari dunia luar, hal ini marak terjadi di Amerika pada akhir abad ke 20, berawal dari maraknya kasus pencurian dan penculikan pada masa itu, Namun, banyak sosiolog Modern yang berpendapat munculnya Gated Community di daerah urban dan suburban berbahaya, karena dapat menimbulkan segregasi di wilayah tersebut. Maraknya Gated Community tumbuh bersamaan dengan tumbuhnya pola Cul De Sacs di daerah perumahan suburban, dan bukankah lebih mudah memagari satu jalan keluar masuk dibanding banyak jalan keluar?

Pola Cul De Sacs sudah banyak ditinggalkan di Kota Kota Besar zaman Modern, dan lebih banyak memilih kembali ke model Grid, Contoh saja Austin, Texas, yang membangun daerah suburbannya dengan pola Grid tahun 2019 kemarin, akankah Pola Cul De Sacs, yang dulu dipuji sebagai penyelesaian masalah Lalu Lintas Modern ditinggalkan, dan bahkan malah dianggap sebagai sumber bencana?

Farrel Maja Mahardika

Kembali ke atas