I-400 : Senjata Rahasia Angkatan Laut Kekaisaran Jepang

I-400 (tengah) di Teluk Tokyo circa September 1945

Kapal selam I-400 atau Sen-Toku-Gata Sensuikan (Special Type Submarine) merupakan kapal selam milik Angkatan Laut Kekaisaran Jepang pada masa Perang Dunia 2.

Kapal ini dirancang untuk dapat mengangkut 3 buah pesawat Aichi M6A Seiran dan juga torpedo untuk pertempuran jarak dekat. Selain itu, kapal ini juga dapat berpergian jarak jauh kemanapun di dunia tanpa harus khawatir kehabisan bahan bakar.

Selama masa perang, Jepang berusaha merahasiakan kapal selam ini dari Sekutu. Namun apa daya, ketika Jepang menyerah kepada Sekutu, semua kapal selam ini berhasil ditangkap oleh Sekutu.

Latar Belakang

Laksamana Isoroku Yamamoto

Kelas I-400 merupakan kapal selam yang tercipta dari gagasan Laksamana Isoroku Yamamoto, Panglima Tertinggi Angkatan Laut Jepang saat itu. Gagasan itu ia dapat setelah penyerangan terhadap Pearl Harbor.

Melihat kesuksesan penyerangan Pearl Harbor, ia berinisiatif untuk membawa perang ke daratan utama Amerika melalui serangan udara terhadap kota-kota di pesisir barat dan timur Amerika dengan menggunakan pesawat Jepang yang terbang dari kapal selam.

Laksamana Yamamoto akhirnya menyuruh Kapten Kameto Kuroshima untuk melakukan riset dan studi mengenai gagasan tersebut.

Setelah melakukan banyak riset dan studi, Laksamana Yamamoto akhirnya mengajukan proposal yang diajukan ke Markas Kekaisaran Jepang pada tanggal 13 Januari 1942.

Ia meminta 18 kapal selam besar yang mampu melakukan tiga perjalanan pulang pergi ke pantai barat Amerika Serikat tanpa pengisian bahan bakar atau satu kali perjalanan pulang pergi ke titik mana pun di dunia.

Mereka juga harus dapat menyimpan dan meluncurkan setidaknya dua hingga tiga pesawat Aichi M6A Seiran yang dapat membawa satu torpedo atau bom seberat 800 kg (1.800 lb).

Pada 17 Maret 1942, rencana desain untuk kapal selam I-400 berhasil diselesaikan dan disaat bersamaan disetujui oleh Markas Armada Kekaisaran Jepang.

Konstruksi I-400 dimulai di Kure Dock Yards pada tanggal 18 Januari 1943, dan diikuti oleh empat kapal lainnya: I-401 (April 1943) dan I-402 (Okt 1943) di Sasebo; I-403 (Sept 1943) di Kobe dan I-404 (Februari 1944) di Kure.

Namun pembangunan kapal selam ini sendiri mengalami banyak kendala, gugurnya Laksamana Yamamoto pada bulan April 1943 membuat rencana pembangunan yang sebelumnya direncanakan sebanyak 18 buah unit kapal selam harus dikurangi menjadi 3 unit saja.

Persenjataan

Aichi M6A Seiran

Pada bagian tengah kapal selam tepatnya di dek atas terdapat hanggar pesawat silindris kedap air yang berkapasitas maksimal hingga 3 buah pesawat Aichi M6A Seiran. Hanggar ini memiliki panjang 31 m (102 kaki) dan diameter 3,5 m (11 kaki).

Hanggar ini memiliki pintu akses keluar yang dapat dibuka secara hidrolik dari dalam atau secara manual dari luar dengan memutar roda tangan besar yang terhubung ke rak dan roda gigi pacu. Pintunya dibuat tahan air dengan segel karet setebal 51 milimeter (2,0 inci)

Terletak di atas hanggar ada tiga buah Autocannon Triple-mount 25 mm yang kedap air untuk pertahanan anti-pesawat yang diletakan sebanyak dua buah dibelakang dan satu buah didepan menara komando.

Sebuah Single autocannon 25 mm (1 in.) dipasang di bagian belakang kapal selam. Selain itu, diletakkan satu buah meriam dek Type 11 140 mm (5,5 in) yang ditempatkan di belakang hanggar. Meriam tersebut memiliki jangkauan tembak hingga 15 km (9,3 mil).

Pada bagian depan kapal selam, dipasang 8 buah tabung torpedo yang dapat meluncurkan torpedo berukuran 533 mm. Sebanyak 4 buah tabung torpedo terpasang pada masing-masing bagian atas dan bawah haluan kapal selam.

Sejarah Operasional 1-400

I-400 dalam perjalanan menyerang Kanal Panama

Dalam catatan resmi milik Angkatan Laut Kekaisaran Jepang, kapal selam I-400 pernah bertugas dalam rencana penyerangan titik vital Sekutu di Terusan Panama dan di Atol Ulithi.

Selain itu, I-400 juga pernah ditugaskan dalam operasi rahasia yang diberi nama Operation Cherry Blossom At Night yang rencananya akan dilaksanakan pada tanggal 22 September 1945.

Operasi ini menugaskan seluruh kapal selam dalam kelas I-400 untuk melakukan penyerangan di pesisir California Selatan dengan menggunakan Seiran yang membawa senjata biologis berupa bom berisi kutu yang terinfeksi penyakit.

Penyerangan ini bertujuan untuk membuat wabah dan membunuh jutaan orang di daratan utama Amerika. Selain itu, penyerangan merupakan upaya Jepang dalam melemahkan Amerika dalam upaya perang Pasifik.

Namun pada akhirnya semua rencana tersebut gagal karena Jepang sudah menyerah terlebih dahulu kepada Sekutu pada tanggal 15 Agustus 1945.

Akhir dari Kelas I-400

USS Everett F.Larson

Setelah Jepang menyerah, Angkatan Laut AS menangkap dan menemukan 24 kapal selam, termasuk tiga kapal selam I-400 , membawa mereka ke Teluk Sasebo untuk mempelajari dan melakukan inspeksi mendalam tentang kapal selam ini.

Saat pertama kali dilakukan inspeksi, Sekutu kaget dengan ukuran dan bentuk dari kapal selam ini. Mereka belum pernah melihat kapal selam dengan ukuran yang lebih besar dari kapal perusak milik mereka. Mereka pun terkejut karena didalam kapal selam tersebut ditemukan ada 3 buah pesawat laut Aichi M6A Seiran.

Saat melakukan inspeksi di Teluk Sasebo, Sekutu menerima pesan bahwa Uni Soviet mengirim tim inspeksi untuk memeriksa kapal selam tersebut. Untuk mencegah hal tersebut, Amerika mengadakan Operation Road’s End .

Dalam operasi ini, sebagian besar kapal selam dibawa ke posisi yang ditentukan sebagai Point Six, sekitar 35 km (19 nmi) tenggara Pulau Fukue.

Satu kapal selam I-400 yaitu I-402 digunakan sebagai target latihan bagi kapal perusak USS Everett F.Larson dan kapal perang Amerika lainnya pada tanggal 1 April 1946 dan akhirnya tenggelam.

USS Trumpetfish

Kedua kapal selam terakhir yaitu I-400 dan I-401 dibawa oleh Amerika ke Perairan Kalaeloa di Kepulau Hawaii untuk ditenggelamkan. Hal itu bertujuan untuk mencegah teknologi kapal selam ini jatuh ke tangan Uni Soviet.

Kedua kapal ini sendiri akhirnya tenggelam setelah di torpedo oleh kapal selam Amerika USS Trumpetfish pada tanggal 4 Juni 1946.

Dengan tenggelamnya seluruh kapal selam I-400 menjadi penutup kisah akhir dan singkat dari perjalanan senjata rahasia Angkatan Laut Kekaisaran Jepang.

Sumber:

https://en.wikipedia.org/wiki/I-400-class_submarine

http://www.combinedfleet.com/ships/i-400

http://www.navsource.org/archives/08/08496.htm

https://ww2db.com/ship_spec.php?ship_id=451

https://www.militaryfactory.com/ships/detail.asp?ship_id=IJN-I400

Rangga Wijaya

History Enthusiasm and Hobbyist

Kembali ke atas