Indonesia Tidak Pernah Dijajah Belanda Selama 350 Tahun

“Indonesia dijajah oleh Belanda selama berapa tahun, anak-anak?” tanya ibu guru di hari Senin yang terik itu.

Anak-anak menjawab, hampir serentak, “350 tahun, Bu!”

Di antara anak-anak Sekolah Dasar itu, terdapat diriku yang masih memakai celana berwarna merah. Dengan polosnya, aku ikut menjawab jawaban yang sama.

Memang di buku pelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial, tertulis dengan jelas bahwa Indonesia dijajah selama 350 tahun oleh Belanda. “Fakta” itulah yang diterima oleh sebagian besar anak-anak murid, bahkan sampai mereka dewasa. Tidak denganku, saya mempertanyakan hal itu saat duduk di bangku SMA.

Awal Kedatangan Belanda

Cornelis de Houtman, seorang penjelajah dari negeri Belanda, menginjakkan kakinya di Banten pada tahun 1596, 349 tahun sebelum Indonesia merdeka. Di waktu itu, Belanda bukanlah apa-apa di Eropa. Negara yang menguasai perdagangan rempah-rempah masih Portugis.

Indonesia Tidak Pernah Dijajah Belanda Selama 350 Tahun. Cornelis de Houtman tiba di Banten pada 23 Juni 1596. Sumber: Tropenmuseum.
Cornelis de Houtman tiba di Banten pada 23 Juni 1596. Sumber: Tropenmuseum.

Sampainya Cornelis de Houtman di Banten dianggap keberhasilan Belanda dalam melakukan penjelajahan di negeri timur. Meski semua orang tahu, penjelajahan ini adalah sebuah bencana karena Cornelis de Houtman sendiri tewas dalam pertempuran melawan Aceh, yang armadanya dipimpin oleh Laksamana Keumalahayati.

Namun dibalik kegagalan itu, rombongan Cornelis de Houtman berhasil kembali ke negeri Belanda, membawa sejumlah besar muatan rempah-rempah. Orang-orang di Belanda mulai tergiur. Hati mereka berdebar-debar, ingin segera menjelajahi negeri rempah-rempah itu.

Pemerintah Belanda akhirnya menyatukan kongsi dagang Belanda yang saling bersaing, membentuk Vereenigde Oostindische Compagnie yang disingkat menjadi VOC. Parlemen Belanda memberikan mereka hak monopoli eksklusif di timur. VOC dibentuk pada tahun 1602, 343 tahun yang lalu sebelum Indonesia merdeka.

VOC sendiri bukanlah sebuah negara, apalagi sebuah pemerintahan. VOC hanyalah sebuah perusahaan besar yang bergerak di bidang perdagangan rempah-rempah. Mereka juga mendapatkan hak eksklusif bernama hak oktroi.

Sederhananya, coba bayangkan Disney, raksasa kapitalis hiburan di Amerika Serikat. Bayangkan Disney memiliki wilayah sendiri, tentara sendiri, mata uang sendiri, serta memiliki hak untuk mengadakan perjanjian dan menyatakan perang. Itulah VOC di abad ke-18.

Namun sayang, VOC kemudian bangkrut pada 31 Desember 1799 akibat pengelolaan manajemen yang sangat buruk. Sejak 1800, aset VOC diambil alih oleh pemerintah Belanda, yang kemudian membentuk Hindia Timur Belanda, 145 tahun sebelum Indonesia merdeka.

Lama Penjajahan Belanda yang Sebenarnya

Pemerintah Belanda secara efektif memerintah di Indonesia pada tahun 1800. Berarti, secara teknis, Indonesia dijajah Belanda selama 145 tahun (sekitar 142 tahun jika periode pendudukan Jepang ikut dimasukkan).

Tapi tunggu dulu. Waktu itu, Belanda belum menguasai seluruh Nusantara. Aceh saja baru ditaklukkan di tahun 1903, 103 tahun setelah pemerintah Belanda datang ke Nusantara. Di Kalimantan Barat, sebuah Republik yang didirikan oleh Luo Fangbo bernama Republik Lanfang, baru berhasil ditaklukkan pada tahun 1884.

Sementara itu, identitas nasional Indonesia masih belum ditemukan. Identitas kebangsaan Indonesia sendiri baru ditemukan pada tahun 1928, pada saat pemuda-pemuda dari berbagai etnis dan suku di Indonesia datang berkumpul dan menghasilkan ikrar yang disebut Sumpah Pemuda, 17 tahun yang lalu sebelum Indonesia merdeka.

Itu berarti Indonesia dijajah Belanda “hanya” 17 tahun. Eh tunggu dulu, Jepang pernah menduduki Indonesia selama hampir tiga setengah tahun. Berarti totalnya, Indonesia hanya dijajah Belanda selama kira-kira, 14 tahun.

Apakah benar demikian?

Sebuah Propaganda Nasionalis

Indonesia di tahun 1945 bagaikan bayi yang baru lahir. Pemimpin bangsa kita sadar, harus ada sesuatu yang perlu dilakukan untuk menyatukan berbagai etnis dan suku dari Sabang sampai Merauke (ini agak anakronis, karena Papua Barat sendiri baru bergabung dengan Indonesia pada tahun 1969).

Salah satu usaha yang dilakukan adalah menyatakan bahwa Indonesia pernah dijajah Belanda selama 350 tahun! Seluruh Indonesia, tidak terkecuali!

Ini dilakukan agar rakyat Indonesia sadar bahwa mereka semua bernasib sama dan sama-sama menderita dibawah penjajahan Belanda yang brutal.

Propaganda ini bagus! Ya, saya percaya bahwa tidak semua propaganda itu buruk. Bagus sekali, kalau diterapkan di tahun 1945, saat identitas kebangsaan kita masih memasuki tahap awal. Tetapi sangat tidak relevan lagi kalau pernyataan itu dilemparkan di masa sekarang.

Rakyat Indonesia Perlu Berpikir Kritis

Pernyataan bahwa Indonesia dijajah oleh Belanda selama 350 tahun harus dilenyapkan dari buku sejarah Indonesia. Karena hal itu bisa membuat rakyat Indonesia menjadi enggan berpikir kritis dan cenderung menelan sebuah pernyataan bulat-bulat tanpa melewati proses penalaran yang tepat.

Lagipula, lama waktu penjajahan bukanlah jawaban terhadap pertanyaan, “Mengapa Rakyat Indonesia menderita dijajah Belanda?” Lamanya sebuah periode kolonisasi tidak mengurangi atau menambah penderitaan rakyat Indonesia di jaman dahulu.

Saya akan tutup artikel ini dengan sebuah perbandingan dua percakapan antara Budi dan Tono.

Budi: Indonesia dijajah Belanda selama 350 tahun.
Tono: Oh ya.

Budi: Mengapa Indonesia bisa dijajah Belanda ya?
Tono: Wah, katanya kan untuk mencari rempah-rempah kan? Karena Belanda takut didominasi Portugis.
Budi: Ya, betul sekali. Tetapi saya lebih setuju bla bla bla.
Dan akhirnya diskusi yang seru.

Kenapa kita tidak ransang generasi muda Indonesia dengan pertanyaan saja? Daripada merecoki mereka dengan pernyataan yang salah terus-menerus.

Daniel Lim

Kembali ke atas