Review Buku 100 Tokoh Yang Paling Berpengaruh Dalam Sejarah

Saya akan menulis sedikit tentang review dalam Buku 100 Tokoh yang Paling Berpengaruh Dalam Sejarah Edisi Revisi karangan Michael H.Hart dimana banyak sekali perubahan peringkat tentang orang-orang yang termasuk dalam daftar ini. Saya mencoba membahas tentang beberapa perubahan yang terdapat dalam buku edisi revisi ini. Kebetulan ini adalah tulisan pertama saya di Neo Historia.

Perlu diketahui penyusunan tokoh-tokoh yang dimasukkan ke dalam buku ini oleh sang pengarang didasarkan pada kriteria-kriteria tertentu seperti agamawan ditempatkan paling atas disusul ilmuwan atau penemu kemudian ada filsuf, pelukis dan profesi yang sejenis dan terbawah penakluk atau pemimpin negara. Dalam kaitan reputasi suatu personal orang seberapa besar orang ini berpengaruh untuk dunia baik di masa lalu, masa kini dan masa depan. Untuk orang yang hanya dikenal di lokal tentu tidak akan diplih untuk dimasukkan. Hart juga memperkenalkan istilah konsep jangka panjang-pendek dalam menentukan kriteria seseorang berdasarkan penyusunan peringkat.

Pada pengantar buku pertama yang terbit pada tahun 1978, Hart menyatakan bahwa dominasi Komunisme di Eropa dan berbagai penjuru dunia sepertinya sangat tak terbendung dan makin mencengkram kuat utamanya di belahan Eropa Timur. Namun setelah edisi revisi ini yang diterbitkan pada 1992 setelah keruntuhan Uni Soviet, ternyata pengaruh ini tidak sehebat yang saya kira sehingga kita sebagai para pembaca melihat berbagai orang turun peringkat ataupun menghilang dari peringkat. Hart juga menerima berbagai suara dan kritikan dari berbagai para koleganya tentang masuknya tokoh-tokoh baru seperti Ernest Rutherford, Henry Ford, dan Mikhail Gorbachev.Tetapi tentu saja buku ini terlahir bukan karena desakan atau asumsi kebanyakan para pembaca, melainkan hasil dari pertimbangan saya setelah melalui proses yang tidak mudah.

Pertama sekali tentunya 4 tokoh komunis yang berpengaruh yakni, Karl Marx. Joseph Stalin Lenin, dan Mao Zedong efek dari hasil Perang Dingin peringkat mereka diturunkan, bahkan Lenin, sang pencetus Revolusi Rusia yang pada edisi 1978 hanya berbeda sedikit dengan peringkat Karl Marx sekarang selisihnya jauh sekali malah sekarang peringkat Lenin dibawah Joseph Stalin. Sedangkan di edisi revisi, Uni Soviet dan Komunisme-nya sudah runtuh dan hancur berantakan akibat naiknya Mikhail Gorbachev yang membuat beliau masuk dalam daftar 100 tokoh tersebut. Dan akibat ini, Michael H.Hart menata ulang peringkat-peringkatnya dan sebagai dampak peringkat 3 tokoh komunis ini turun drastis.

Kedua, Hart dengan berbagai masukan dari koleganya memasukkan nama Ernest Rutherford menggantikan Niels Bohr dan Antoine Henri Becquerel, dan naik drastisnya peringkat John Dalton, penemu teori atom. Saya sangat mendukung dengan penaikan peringkat ini disebabkan dua tokoh inilah yang cukup krusial dalam hal penemuan atom dan mengetahui bahwa atom itu mempunyai atom negatif dan positif meski Rutherford belum sempurna. Sedangkan Niels Bohr, ilmuwan Denmark hanya memperbaiki kesalahan dalam teori Rutherford sehingga dia dihapus dari 100 tokoh edisi revisi ini, padahal di edisi pertama, dia menempati peringkat ke-100.

Selain itu ada perubahan lain dimana dihapusnya Pablo Picasso dari daftar dan dimasukkannya Henry Ford. Saya berpikir tepat kalanya karena efek dari penemuan Ford yang berupa mobil murah tentu merupakan lompatan kemajuan teknologi yang signifikan dibandingkan dengan lukisan. Juga kenaikan 10 peringkat dari Tokoh penemu Geometri, Euclid yang tentu saja kontribusi geometri sangat sulit untuk dilepaskan dari kehidupan nyata.

Setelah membahas berbagai perubahan mari kita sejenak membahas tentang isi buku itu sendiri. Dari halaman awal kita disajikan ketika penentuan peringkat pertama jatuh kepada Nabi Muhammad SAW, tentu saja menimbulkan kontroversi yang luar biasa, dimana secara pengikut agama yang dibawa oleh Muhammad SAW yaitu Islam tentu kalah dengan jumlah pemeluk Kristen pada hari ini. Sedangkan Yesus, sang pembawa agama Kristen ditempatkan “hanya” di peringkat ke-3. Mengapa demikian? Mari kita simak pembahasan opini beliau.

Alasan beliau menempatkan Nabi Muhammad SAW di peringkat pertama adalah karena prestasi beliau baik di bidang agama maupun di bidang sekuler. Muhammad SAW menurut anggapan beliau berhasil menjadikan agama Islam yang hanya berasal dari jazirah Arab menuju ke berbagai penjuru dunia. Di bidang sekuler, beliau berhasil menyatukan kaum Arab yang terpecah-pecah dan suka berperang menjadi suatu kekuatan utama yang ditakuti di dunia. Di akhir-akhir usia beliau melihat jumlah pemeluknya yang terus bertambah. Sepeninggal beliau misi agama ini terus berkembang ke Afrika Utara dan sampai ke ujung Afrika Utara, Maroko Modern dan dari situ tidak berhenti menyebrang selat Gibraltar melabrak raja Visigoth, Roderick dan berhasil berkuasa hingga 7 abad disana. Sedangkan di Timur, berhasil mencapai perbatasan India dan China dalam waktu yang mungkin hanya berlangsung satu abad. Sedangkan Yesus, sang pembawa agama Kristen tentu saja tidak ada keraguan bagi semua orang beliau menempati peringkat atas, namun kenapa tidak teratas? Pendapat beliau menyatakan bahwa sepeninggal Yesus, Kristen masih merupakan sekte kecil dan butuh berabad-abad hingga menjadikan mereka mampu berkuasa di berbagai belahan dunia. Selain itu ajaran Yesus yang terkenal dengan cinta dan kasih ternyata gagal dipraktekkan berbagai pemeluknya yang justru bertolak belakang sekali.

Bagaimana tentang kebangkitan ilmu pengetahuan Eropa sekitar 6 abad yang lalu, beliau menyatakan kebangkitan ilmu pengetahuan Eropa meski memang dilahirkan dari negara-negara mayoritas pemeluk agama Kristen, namun beliau menilai faktor agama bukanlah berpengaruh di dalam kebangkitan tersebut. Selain itu untuk menjadikan Kristen seperti masa dewasa ini, pencapaian beliau harus dibagi dengan Santo Paulus yang menyebarkan ajaran Kristen ke suku-suku lain tidak terbatas hanya di kaum Yahudi saat itu dan tentu saja kaisar Romawi, Konstantin yang Agung, berkat usahanya perlahan-lahan menjadikan agama Kristen resmi diterima di Romawi dan perlahan mulai membangun kekuatannya.

Mari kita segera beranjak ke peringkat 9, yaitu Christopher Colombus, penjelajah yang terkenal yang dikabarkan “menemukan” benua Amerika. Padahal yang sebenarnya, Colombus mengira beliau sudah sampai di India dan menamakannya suku Indian bagi orang asli Amerika. Penamaan yang salah tersebut tetap melekat hingga kini. Kontroversi apakah beliau menemukan benua Amerika yang pertama atau bukan tentu saja terus menimbulkan perdebatan yang sangat luas hingga hari ini, namun apakah opini Hart tentang masuknya beliau di peringkat yang cukup tinggi. Mari kita perhatikan.

Menurut beliau, terlepas dari semua kontroversi diatas, Colombus telah merevolusi hampir semua aspek sosial dan utamanya ekonomi. Penemuan “Dunia Baru” telah membuktikan adanya benua baru yang bisa ditempati oleh orang-orang etnis atau suatu kelas di Eropa yang terpinggirkan untuk mencari kehidupan yang layak. Perdagangan yang tadinya berkutat di laut Mediterania sekarang berpindah menjadi perdagangan trans-Atlantik. Eropa dan para koloni nya di Amerika memulai suatu abad baru yang benar-benar berbeda dari sebelumnya. Inilah yang ditekankan beliau tentang arti dari penjelajahan Colombus.

Lalu ada pembahasan menarik tentang perubahan nama William Shakespeare yang kita kenal merupakan salah satu penulis berbagai drama terkenal katakanlah seperti Macbeth dan kisah Romeo & Juliet. Karya-karya beliau terus dipentaskan hingga hari ini. Namun dimana sebenarnya penekanan pembahasan dari hal ini?

Setelah penelusuran dan pencarian data-data yang lebih akurat, Hart menemukan bahwa William Shakespeare yang asli hanyalah petani biasa dan bahkan tidak mengecap bangku pendidikan sekolah. Padahal penulisan karya-karya besar tersebut agaklah sulit dilakukan tanpa mendapatkan pengajaran yang baik. Setelah menimbang-nimbang lagi ditetapkanlah William Shakespeare itu adalah nama pena dan nama aslinya adalah Edward de Vere, bangsawan Inggris. Mengapa demikian? Karena beliau menilai satu, karya-karya beliau kebanyakan dari kalangan Istana dan tentu saja seorang petani tidak bisa memberikan akses semacam itu yang begitu mendetil. Kedua mengapa menyamarkan nama? Pada abad-abad dulu kegiatan seperti menulis puisi adalah kegiatan yang cukup tercela karena biasanya identik dengan orang-orang bebas yang tidak beragama sehingga Edward menyamarkan namanya disetiap karya-karya yang ditulis. Sebagai referensi dari saya bolehlah menonton film Anonymous yang dirilis pada tahun 2011 disutradai oleh Roland Emmerich.

Lalu mengapa penempatan peringkat Edward de Vere alias Shakespeare ini diatas tokoh-tokoh seniman seperti Michelangelo yang melukis dengan indah kapel-kapel St. Sistine di Vatikan atau komponis seperti Johann Sebastian Bach atau Ludwig Van Beethoven. Menurut beliau hasil karya teks tentu akan lebih mudah dipahami oleh indra manusia ketimbang dengan music atau lukisan/patung. Penyampaian tentu akan lebih mudah dibandingkan seni-seni yang lebih tersirat tadi.

Terakhir mungkin saya akan membahas tentang masuknya hanya dua tokoh wanita seperti Ratu Isabella dari Spanyol dan Ratu Elizabeth I dari Inggris. Keduanya akan kita bahas secara singkat secara terpisah.

Ratu Isabella dimasukkan dalam daftar Hart karena perannya dalam menjadi sponsor Christopher Colombus untuk menjelajah ke Asia lewat Barat. Seperti yang kita ketahui Colmbus sudah mengajukan proposal ke Portugal namun ditolak mentah-mentah karena tidak masuk akal dan memilih untuk melewati jalan memutari Afrika untuk sampai ke Asia. Untuk mensponsori proposal Colombus tentu bertentangan dengan klaim bumi itu datar dan butuh pertaruhan besar dalam hasil pencapaian. Meski memang Colombus yang bersusah payah dalam menghadapi bahaya di lautan untuk sampai di Amerika, namun peran Ratu Isabella tentu tidak bisa dikesampingkan. Selain itu beliau bersama Raja Ferdinand berhasil menyatukan Spanyol dengan menaklukkan suku Moor terakhir dari Granada pada 2 Januari 1492.

Sedangkan Ratu Elizabeth dikenal berhasil memajukan Inggris semasa pemerintahannya. Dikenal dengan istilah Elizabeth The Golden Age, beliau berhasil mendirikan basis yang kuat menjadikan Inggris sebagai penguasa dunia dengan AL yang hebat. Diawali pencegahan invasi Spanyol ke daratan Inggris pada pertempuran Armada 1588 oleh perintah Raja Philip II, mengembalikan Inggris ke Anglikan dan menghormati orang non-Anglikan di negaranya. Dengan merestui pendirian EIC, tentu saja adalah tonggak awal untuk mengisi pundi-pundi kekayaan Inggris nantinya. Dalam 1 abad sepeninggal beliau Inggris sudah memantapkan koloni-koloninya di Amerika dan dilanjutkan oleh Ratu Victoria, Inggris menjadikan istilah “matahari yang tak pernah tenggelam”.

Mungkin sekiranya itu saja yang bisa saya review untuk buku ini. Komentar dan saran akan sangat membantu untuk membantu penulisan saya lebih baik lagi. Terima kasih.

Muhammad Aulia

Kembali ke atas