Situs Warisan Budaya Terkecil di Dunia, Rietveld Schröder House

Rietvelt Schroder House (archdaily.com)

Mungkin beberapa orang akan menganggap gambar diatas sebagai rumah biasa di kompleks perumahan modern, namun apakah mereka akan percaya apabila diberitahu bahwa rumah diatas merupakan salah satu warisan budaya UNESCO?

Situs Warisan UNESCO, Rietveld-Schroder House

Dirancang dan Dibangun pada 1924, rumah ini merupakan rumah yang eksentrik pada zamannya, Rumah ini dimiliki oleh Nyonya Truus Schroder-Schrader, Seorang Janda Sosialita yang memutuskan pindah dari rumah lama almarhum suaminya, Rumah ini didesain oleh Geritt Thomas Rietveld, seorang arsitek berfaham “De Stijl Movement”, aliran seni modern yang sedang berkembang di kalangan seniman Belanda saat itu, termasuk seniman Belanda terkenal lainnya Pieter Cornelis Mondrian dan juga J.J.P. Oud, arsitek mahsyur Belanda saat itu (Oud terkenal setelah berhasil merancang Memorial PD II Nasional Belanda).

Rumah ini didesain sebagai “Rumah tak berdinding”, maksudnya ialah Rumah yang dindingnya dapat digerakkan secara fleksibel sesuai keinginan si pemilik, mengingat Ny. Truus dan Anak-anaknya merupakan penganut aliran seni eksentrik pada masa itu.

Secara Fisik, Rumah ini berukuran 7m x 9m, dengan tangga spiral di tengahnya, dan juga dicat dengan warna dasar seperti hitam, merah, kuning, biru, dan putih. Rumah ini berbahan dasar lempengan beton dan juga besi. Lantai Atas rumah ini yang paling unik karena hanya ruangan kosong namun bisa dijadikan 3 kamar tidur, ruang tamu, dan juga dapur, dengan bantuan dinding portabel.

Denah Rietveld-Schroder House (GreatBuildings.com)

Rietveld Schröder House dari masa ke masa

Usai dibangun pada 1924, Ny. Truus bersama tiga anaknya tinggal di rumah itu sampai tahun 1936, saat anak-anaknya sudah besar dan memulai keluarga baru di tempat lain, Ny. Truus kemudian memutuskan untuk menyewakan lantai atas rumahnya, dan juga memindahkan dapur ke lantai bawah, Hal tersebut mudah dilakukan mengingat rumah ini didesain sebagai rumah yang fleksibel.

Pada Perang Dunia kedua, Truk Pengangkut Amunisi meledak di dekat rumah ini, beruntung kerusakan yang diakibatkan hanya kerusakan minor, berupa pecahnya kaca jendela. Pada akirnya, masyarakat sekitar memutuskan menambah kamuflase untuk rumah itu dengan cara menyamarkannya dengan semak dan pepohonan.

Pada 1970, rumah yang sebelumnya merupakan properti pribadi milik Nyonya Truus ini akhirnya dibeli oleh Yayasan Rietveld Schroder House. Yayasan ini kemudian menugaskan Bertus Mulder, asisten sekaligus kawan Rietveld untuk merestorasi rumah ini kembali seperti dulu (Mengingat Riedveld sudah wafat pada tahun 1964).

Pada Tahun 1976, Rumah ini diajukan sebagai bangunan/monumen bersejarah yang dilindungi oleh Yayasan Rietveld Schroder House.

Sayangnya, Nyonya Truus sudah wafat terlebih dahulu pada tahun 1985 sebelum melihat rumahnya menjadi salah satu cagar budaya.

Dua Tahun kemudian, pada Tahun 1987, Rumah ini melakukan restorasi interior secara besar-besaran, pada tahun yang sama, Rumah ini kemudian diserahkan ke Central Museum of Utrecht, dan setahun kemudian Rumah ini disahkan sebagai salah satu bangunan yang dilindungi Kerajaan Belanda.

Pada Tahun 2000, ICOMOS (International Council on Monuments and Sites), lembaga non-profit PBB yang bergerak pada konservasi bangunan bersejarah dunia, mengunjungi tempat ini dan mengkaji kelayakan rumah ini sebagai warisan Dunia UNESCO, pada tahun yang sama, tepatnya 2 December 2000, akhirnya meresmikan Rietveld-Schröder House sebagai warisan Dunia, dengan perbandingan bahwa rumah ini ialah hasil dari pergerakan seni dan arsitektur modern yang muncul bersamaan gerakan De Stijl, di tahun 1920-an.

Begitulah kira-kira kisah Rumah Modern yang ternyata sudah dibangun pada tahun 1924. Rumah Unik ini sekaligus menjadi Bangunan Warisan Dunia UNESCO Terkecil di Dunia

Sumber Bacaan:

www.archdaily.com

whc.unesco.org

Dokumen UNESCO Mengenai Rietveld-Schroder House

Farrel Maja Mahardika

Kembali ke atas